Purbaya Usut Anak Buah Main Mata dengan 40 Perusahaan Baja
15 January 2026
Heri Purnomo – detikFinance
Kamis, 15 Jan 2026
Detik –
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa curiga anak buahnya ikut terlibat dalam kasus 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia menunggak Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Purbaya pun mengusut oknum tersebut.
Purbaya mengaku heran praktik pengemplangan pajak tersebut baru terungkap sekarang. Padahal perusahaan yang terlibat tergolong besar.
“Nah, itu teka-teki saya juga, harusnya kan kalau perusahaan besar kan gampang ngeliatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat nanti kita lihat ya,” ujar Purbaya di Menara Global, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/206).
Purbaya mengatakan dari 40 perusahaan tersebut, dua perusahaan besar akan ditindak dalam waktu dekat.
“Baja itu yang terdeteksi ada 40 perusahaan yang, dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat. (Perusahaanya) campur-campur, ada yang dari China, ada yang dari Indonesia juga,” ujar Purbaya.
Perusahaan Baja Asal China Beli KTP
Sebelumnya, Purbaya juga mengungkapkan perusahaan baja asal China juga membeli KTP untuk pegawai agar bisnisnya di Indonesia lancar
“Ada perusahaan baja China operasi di sini lho. Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi dia nggak bayar PPN. Tadinya mau digerebek, tapi nanti kita lihat dengan saat yang tepat,” tegas Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dugaan soal beli KTP tersebut mencuat lantaran setelah dicek, pengusaha maupun pegawainya tidak bisa berbahasa Indonesia. “Pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, nggak bisa bahasa Indonesia,” kata Purbaya.
Purbaya menambahkan perusahaan baja tersebut cenderung melakukan transaksi berbasis tunai (cash) agar tidak terdeteksi. Negara pun rugi besar akibat tindakan tersebut, Apalagi dari satu perusahaan baja saja potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 4 triliun per tahun.
“Baja saja potensinya kata orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp 4 triliun lebih, jadi besar itu, banyak perusahaan. Jual langsung ke klien cash basis nggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu, nanti akan kita tindak dengan cepat,” terang Purbaya.
(hrp/hns)