INSENTIF PROPERTI, Developer Terus Bukukan Penjualan

06 September 2021

BisnisIndonesia, Maria Elena & Yanita Petriella, Senin, 06/09/2021 02:00 WIB

Bisnis, JAKARTA — Para developer properti membukukan peningkatan prapenjualan rumah tapak dan apartemen menyusul perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah hingga akhir tahun ini.

PT Ciputra De­velop­ment Tbk. (CTRA) men­catat pe­­ningkatan sisa tar­g­et prapenjualan atau marketing sales pada semester I/2021 dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu.

Managing Director Grup Cipu­tra Budiarsa Sastrawinata menga­takan pemberian insentif pajak pertambahan nilai (PPN) oleh pemerintah untuk pembelian rumah sangat membantu mening­kat­kan penjualan properti, khu­susnya di masa pandemi Covid-19.

“Kami menyambut baik sekali insentif ini, kalau tidak ada insentif, hasilnya mungkin tidak akan mencapai 60% ,” katanya dalam konferensi pers Ciputra Festival 4.0 secara virtual, Sabtu (4/9).

Sepanjang semester I/2021, emiten CTRA mencatat marketing sales mencapai Rp3,56 triliun atau 61% dari target tahunan sebesar Rp5,87 triliun.

Oleh karena itu, Budiarsa me­nyam­but baik perpanjangan pem­berian insentif tersebut. Alasannya, perbaikan kinerja sektor properti juga akan berkontribusi mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Bisnis industri properti ini dampaknya ke pemulihan eko­nomi cukup besar, industri yang terkait lebih dari 170 industri dan melibatkan tenaga kerja yang begitu besar,” ujarnya.

Pada semester I/2021, CTRA membukukan pendapatan senilai Rp4,02 triliun atau naik 43,35% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp2,80 triliun.

Laba bersih perseroan juga melonjak 185,23% menjadi Rp483,47 miliar pada semester I/2021 dari posisi Rp169,50 miliar pada semester I/2020. Dilihat dari kon­­tributornya, pendapatan dari pen­jualan masih mendominasi dengan subtotal meningkat 49,76% secara tahunan menjadi Rp3,19 triliun.

Di dalamnya, terdapat penjualan rumah hunian dan ruko yang naik 32,05% menjadi Rp2,04 triliun, penjualan kantor naik 90,48% menjadi Rp548,98 miliar, penjualan kavling naik 12,09% menjadi Rp301,42 miliar, serta penjualan apartemen melejit 990,54% menjadi Rp298,81 miliar.

Pada Sabtu (4/9), Ciputra menggelar Virtual Expo bertajuk Ciputra Festival 4.0 untuk merayakan HUT ke-40 grup perusahaan properti itu.

Dalam acara yang digelar selama 4 September–31 Desember 2021 itu, CTRA menawarkan diskon uang muka mulai 4% dan juga menawarkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) fixed 4,40% selama 3 tahun serta bebas biaya administrasi dan provisi KPR.

Emiten properti PT Triniti Dina­mik Tbk juga mendapatkan berkah peningkatan penjualan yang ditopang oleh insentif PPN yang digulirkan pemerintah. Lewat insentif itu konsumen dibebaskan dari PPN yang sebesar 10% dari harga properti yang dibelinya.

Presiden Direktur Triniti Di­na­mik Samuel Stepanus Huang me­ngatakan Triniti meraup laba bersih Rp15,13 miliar sepan­jang semes­ter I/2021 atau tumbuh 21% dibandingkan dengan semester I/2020.

FAKTOR PENDONGKRAK

Menurutnya, laba Triniti ditopang penjualan properti yang melonjak sekitar 43% menjadi Rp146,83 miliar.

“Insentif PPN yang diperpanjang sampai akhir tahun 2021 ikut mendongkrak penjualan kami,” katanya seperti dikutip Antara.

Selain insentif PPN, dia melan­jut­kan lonjakan penjualan dipicu beberapa aspek lain di antaranya serah terima proyek high rise The Smith yang didukung oleh para kon­sumen dan calon pembeli yang antusias.

Triniti Dinamik menggarap proyek hunian vertikal terpadu (mixed use) The Smith di Ta­nge­rang, Banten.

Proyek itu terdiri atas 652 unit, yaitu 112 unit perkantoran, SOHO 100 unit dan residensial 440 unit. Seba­gian unit The Smith sudah dise­rahterimakan secara tepat waktu, bahkan sudah dihuni oleh pembeli.

Apartemen The Smith dikem­bang­kan perseroan saat permintaan hunian vertikal tengah menghadapi pelemahan. Pada 2020, di Indonesia muncul pandemi Covid-19 yang berimbas pada sektor properti. Namun, emiten berkode saham TRUE tersebut terus melaksanakan pembangunan apartemen hingga dapat rampung pada akhir 2020.

“Kami optimistis hingga akhir 2021 mampu bertumbuh diban­dingkan 2020,” kata Samuel.

Sejak awal bulan lalu, peme­rintah menerbitkan beleid per­panjangan insentif PPN ditanggung pe­merintah hingga 31 Desember 2021. Insentif berupa potongan se­besar 100% dari PPN yang ter­utang atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Insentif 50% dari PPN yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual di atas Rp2 miliar hingga Rp5 miliar.

Direktur dan Sekretaris Per­usahaan PT Pakuwon Jati Tbk. Minarto Basuki mengatakan hal yang sama. Pada semester I/2021, perolehan marketing sales Paku­won Jati mencapai Rp820 miliar.

Dia mengatakan perolehan marketing sales itu berasal dari tingkat suku bunga yang rendah dan fasilitas insentif PPN DTP telah mendorong kenaikan marketing sales perseroan semester 1/2021 yang mencapai Rp820 miliar. Pencapaian marketing sales ini melonjak 64% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Nilai marketing sales tersebut ekuivalen dengan 58,6% dari target perseroan untuk tahun 2021 sebesar Rp1,4 triliun,” ujarnya, belum lama ini.

Rumah tapak atau landed house men­jadi kontributor terbesar bagi prapenjualan perseroan dengan komposisi 52%. Lalu kombinasi pen­jualan apartemen dan per­kan­toran strata menyumbang sebesar 48%.

Sepanjang 6 bulan pertama 2021, perseroan juga telah mengucurkan belanja modal senilai Rp269 miliar untuk membiayai konstruksi proyek Kota Kasablanka Fase 2, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall Fase 3 dan 4, East Coast Mansion dan Pakuwon Mall Bekasi.

Adapun, pendapatan bersih yang diperoleh emiten berkode PWON pada semester I/2021 senilai Rp2,46 triliun. Angka itu 24,6% lebih tinggi ketimbang perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,97 triliun.

Pendapatan berulang atau recurring revenue menopang pen­dapatan perseroan dengan porsi 54% atau Rp1,32 triliun. Recurring revenue ini tumbuh 16,4% diban­dingkan catatan sebelumnya sejumlah Rp1,14 triliun.

Untuk development revenue menyumbang 46% dengan angka Rp1,13 triliun, naik dibanding tahun lalu Rp833 miliar.

Berdasarkan pendapatan per segmen, kontribusi terbesar diperoleh dari pusat perbelanjaan sewa dan penjualan apartemen 41% dan 29%, disusul rumah tapak 15%, hotel dan apartemen servis 8%, perkantoran sewa 5%, dan perkantoran strata 2%.

“Sementara laba bruto tercatat Rp1,17 triliun, atau naik 21,0% ketimbang tahun lalu sejulah Rp968 miliar,” kata Minarto.

Adapun EBITDA sebesar Rp1,25 triliun, tumbuh 24,6% dibanding tahun sebelumnya Rp1,0 triliun.