Menguji Taji Perpanjangan Diskon PPN Rumah Menopang Industri Bangunan
14 February 2022
Banjirnya produk impor serta kendala aktivitas akibat lonjakan infeksi Covid-19 merupakan tantangan bagi insentif fiskal berupa diskon PPN Rumah bisa menghasilkan efek domino.
Reni Lestari – Bisnis.com 14 Februari 2022 |
Bisnis.com, JAKARTA – Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) rumah sampai dengan September 2022 disambut semringah oleh pelaku usaha komponen bangunan. Namun, ada pula yang pesimistis bahwa perpanjangan kebijakan itu bakal mengerek minat masyarakat membeli rumah, sehingga dampaknya ke industri komponen bangunan juga melempem.
Perpanjangan diskon PPN rumah ditengarai karena geliat masyarakat yang belum terlalu tinggi dalam membeli rumah. Menurut catatan Kementerian Keuangan, realisasi serapan insentif PPN DTP Rumah merupakan yang paling rendah di klaster insentif dunia usaha, yakni sebesar Rp0,79 triliun. Anggaran yang masuk dalam dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut tercatat dimanfaatkan oleh 941 pengembang.
Ketua Klaster BjLAS Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Henry Setiawan mengatakan sebelum perpanjangan kebijakan itu pun, belum ada peningkatan yang cukup signifikan pada permintaan dalam negeri. “Dari situ [serapan anggaran PEN ke properti] bisa diperkirakan bahwa animo masyarakat terhadap properti itu belum seperti harapan,” kata Henry kepada Bisnis, Rabu (9/2/2022).
Utilitas produksi BjLAS dalam negeri saat ini masih di bawah 50 persen dari total kapasitas sebesar 1,5 juta ton per tahun. Jika kapasitas itu dimaksimalkan, industri BjLAS domestik seharusnya dapat menutupi 90 persen kebutuhan nasional. Sayangnya, serbuan produk impor masih menjadi ganjalan serius bagi performa industri. Henry pun meminta pemerintah untuk segera turun tangan untuk membendung produk impor mengambilalih pangsa pasar domestik.