PPN DTP Diperpanjang, Bisnis Properti Berkonsep TOD Makin Kuat
10 February 2022
Kamis, 10 Februari 2022
JAKARTA, investor.id – Pengembang properti PT Adhi Commuter Properti (ADCP) menilai bahwa, perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) untuk pembelian rumah baru sampai September 2022 bisa membangkitkan sektor properti, terutama yang memiliki konsep transportasi massal (TOD).
Sekretaris Perusahaan ADCP Adi Sampurno mengatakan, perpanjangan insentif PPN DTP menjadi angin segar bagi perkembangan bisnis para pengembang termasuk juga bisnis property ADCP yang sedang mengembangkan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD).
“Situasi saat ini juga menjadi momentum yang tepat bagi investor memiliki hunian ataupun memperoleh saham ADCP. Investor memiliki waktu untuk memperoleh saham di pasar perdana saat masa penawaran umum dan seluruh proyek sedang dalam tahap pengembangan. Jadi, ada potensi ruang pertumbuhan yang sangat besar ke depannya.” kata Adi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/2).
Saat ini ADCP tengah menjalankan sejumlah proses untuk bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anak Usaha Adhi karya yang fokus pada pengembangan properti berbasis transportasi massal (TOD) ini rencananya akan melaksanakan penawaran umum pada 15-17 Februari 2022 dan selanjutnya bisa tercatat sebagai emiten di BEI pada 21 Februari nanti
Adi menjelaskan, fundamental bisnis ADCP mayoritas adalah properti berkonsep TOD yang menempel di stasiun LRT Jabodebek. Peminat hunian ADCP saat ini dalam tren meningkat seiring progres pembangunan proyek LRT. Pengguna LRT, kata dia, akan dimudahkan jika bertempat tinggal di hunian milik ADCP karena lokasinya dekat stasiun dan dilengkapi fasilitas penunjang gaya hidup masyarakat urban.
Kebijakan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) hingga 50% untuk pembelian rumah baru sampai September 2022 diperkirakan akan semakin memperkuat bisnis para pengembang properti.
Apalagi, pengembang dengan kekhususan model bisnis dan diversifikasi produk yang baik. Kondisi ini juga semakin ditopang dengan sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 yang mencapai 3,69% di tengah dampak pandemi yang belum berakhir.
Senior Associate Director Investment Service Colliers International Indonesia, Aldi Garibaldi, menjelaskan, prospek sektor properti akan lebih baik tahun ini dibandingkan periode 2020-2021. Khusus segmen properti berbasis Transit Oriented Development (TOD) juga akan banyak diminati karena mampu mempermudah mobilisasi masyarakat dengan transportasi publik terutama kereta. “Pemilik apartemen tidak perlu membeli mobil atau motor sehingga dapat mengurangi cost of living,” kata Aldi.
Menurut Aldi, belajar dari kota-kota lain di dunia, konsep apartemen yang dekat dengan stasiun MRT mempunyai level premium 20% lebih tinggi dibanding hunian yang jauh dari stasiun MRT. Kondisi ini juga akan turut mempengaruhi persepsi investor terhadap saham perusahaan properti. Investor akan cenderung melirik pengembang properti dengan diversifikasi produk yang baik dan keunikan model bisnis, termasuk salah satunya properti berbasis transportasi massal.
Pemerintah sendiri menargetkan LRT beroperasi mulai Agustus 2022. Sampai Januari 2022, progres LRT Jabodebek mencapai 89%. Akan terdapat 560 perjalanan LRT Jabodebek yang melayani 114.000 pelanggan per hari. Dalam kondisi normal, 1 trainset LRT Jabodebek berkapasitas 740 pelanggan dengan konfigurasi 174 duduk dan 566 berdiri.
Adi menambahkan, ADCP akan terus menjajaki berbagai opsi pembiayaan saat LRT beroperasi. Hal ini untuk menopang pengembangan proyek eksisting dan proyek recurring, maupun pengembangan lahan baru. Di luar itu, ADCP juga telah dan akan menjajaki peluang kerjasama dengan sejumlah pihak yang bisa mendukung pengembangan bisnis.
Baru-baru ini ADCP melalui induknya PT Adhi Karya Tbk Persero (ADHI) bersinergi dengan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk menyediakan layanan informasi dan teknologi yang berkualitas di kawasan LRT City. LRT City didukung platform Smart Digital Ecosystem, selaras dengan konsep hunian TOD yang mengedepankan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat yang dinamis.
ADCP memiliki portofolio kuat dari proyek TOD baik eksisting maupun baru yang terletak di Jabodetabek. Seluruh kawasan itu memiliki total unit lebih dari 54.000 unit, dengan land bank sebesar 140 hektar, yaitu LRT City Bekasi – Eastern Green, LRT City Bekasi – Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City Sentul, Adhi City Sentul, serta Grand Central Bogor- Member of LRT City, Cisauk Point- Member of LRT City, Oase Park- Member of LRT City.
Editor : Imam Muzakir (imam.muzakir@gmail.com)