Prabowo Klaim Penerimaan Pajak Awal 2026 Sentuh Rekor Tertinggi, Ini Datanya
13 February 2026
Presiden Prabowo mengklaim penerimaan pajak Indonesia mencapai rekor tertinggi, menunjukkan kebangkitan ekonomi meski ada keraguan dari para ekonom.
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah telah mencapai rekor realisasi penerimaan pajak tertinggi pada awal tahun 2026.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di SPPG Palmerah pada hari ini, Jumat (14/2/2026). Prabowo mengatakan bahwa pemerintah akan membuktikan bahwa ekonomi akan bangkit, walaupun banyak ekonom yang meragukan.
Presiden mengatakan bahwa tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia mencapai angka tertinggi. Selain itu, penerimaan pajak pun menurutnya mencapai rekor tertinggi.
“Penerimaan pajak konon kabarnya naik tertinggi, tapi kita tidak ada masalah. Kita diambang kebangkitan,” ujar Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di SPPG Palmerah pada hari ini, Jumat (14/2/2026).
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi penerimaan pajak pada Januari 2026 sebesar Rp116,2 triliun atau tumbuh 30,8% (year on year/YoY) dibandingkan Januari 2025.
Kemenkeu mencatatkan penerimaan pajak awal 2026 naik 30,8% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak APBN pada bulan Januari 2025 yakni hanya Rp88,9 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan double digit penerimaan pajak awal 2026 itu didorong oleh pertumbuhan penerimaan bruto sebesar 7% (YoY) dan penurunan pengembalian pajak (restitusi) sebesar minus 23% (YoY). Menurutnya, seluruh jenis pajak mencatat pertumbuhan positif secara neto.
“Gambaran penerimaan pajak Januari ini menunjukkan bahwa kelihatannya betul-betul memang pembalikan arah ekonomi sedang terjadi sehingga sehingga pendapatan pajaknya tumbuh dari tahun lalu,” terangnya pada rapat bersama Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).