REALISASI PENYAMPAIAN SPT, Kepatuhan Wajib Pajak Meningkat
25 January 2021
BisnisIndonesia, Senin, 25/01/2021
Bisnis, JAKARTA — Di tengah resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19, realisasi kepatuhan wajib pajak
sepanjang tahun lalu mencatatkan peningkatan.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, rasio kepatuhan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT)
tahunan pajak penghasilan (PPh) pada 2020 mencapai 78%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2019
yang hanya sebesar 73%.
Adapun jumlah wajib SPT pada tahun lalu mencapai 19 juta, naik dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yang hanya 18,33 juta wajib SPT.
Sedangkan target rasio kepatuhan pada tahun lalu ditetapkan sebesar 80% dari wajib SPT sebanyak 19
juta.
“Tingkat kepatuhan pada 2020 ternyata tidak terimbas negatif. Bahkan, rasio kepatuhan 2020 justru
mengalami peningkatan,” tulis Kementerian Keuangan dalam laporan realisasi ‘APBN Kita’ yang dikutip
Bisnis, Minggu (24/1).
Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute Prianto Budi Saptono mengatakan
meningkatnya realisasi kepatuhan itu disebabkan karena adanya pelonggaran penyampaian SPT.
Sekadar informasi, saat pandemi melanda negeri ini sejak awal tahun lalu, otoritas fiskal langsung
merespons dengan memperpanjang batas waktu penyampaian SPT.
Selain itu, kepatuhan juga dikerek oleh banyaknya insentif yang diberikan oleh pemerintah hampir
sepanjnag tahun lalu, serta penurunan beberapa tarif jenis pajak.
“Dua instrumen pajak tersebut memang bertujuan di antaranya untuk menambah wajib pajak secara
kuantitas maupun untuk meningkatkan kepatuhan sukarela ,” jelas Prianto.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati secara terpisah mengatakan bahwa penerimaan
pajak masih menghadapi tantangan yang berat pada tahun ini.
Kendati tahapan vaksinasi telah dimulai, hal ini tidak lantas memacu penerimaan pajak. Pasalnya, wajib
pajak, terutama pelaku usaha masih membutuhkan pemulihan untuk mengembalikan kondisi bisnis
seperti sebelum pandemi.
“Pada 2021 kita masih dihadapkan pada kondisi yang relatif sama meskipun kita lihat pemulihan
ekonomi terus terakselerasi. Artinya kita masih punya harapan, tetap optimistis,” kata Menkeu.