Penerimaan Pajak dari Mayoritas Sektor Tumbuh Positif, Berikut Rinciannya

04 January 2022

Selasa, 04 Januari 2022

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan neto mayoritas sektor penerimaan pajak sepanjang 2021 mengalami pertumbuhan positif.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan mengalami peningkatan 16,77% sepanjang 2021, dibandingkan sepanjang 2020 yang mengalami kontraksi 20%.

Sementara untuk sektor perdagangan juga mengalami peningkatan 28,79% sepanjang 2021, jika dibandingkan sepanjang 2020 mengalami kontraksi 18,9%.

“Sektor industri perdagangan masih tumbuh double digit sejak kuartal II 2021, karena ditopang oleh pulihnya permintaan global dan domestik yang mendorong peningkatan produksi, konsumsi, ekspor, dan impor,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA 2021, Senin (3/1).

Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi sedikit mengalami peningkatan yakni 0,02% di sepanjang 2021, dibandingkan 2020 yang terkontraksi 14,3%.

Sri Mulyani bilang, sektor ini tumbuh terbatas karena penurunan tariff PPh Final bunga obligasi, meskipun profitabilitas mulai membaik.

Sektor konstruksi dan real estat mengalami peningkatan 9,53% di sepanjang 2021, dibadingkan 2020 yang terkontraksi 17,7%. Sektor ini tumbuh positif karena didorong oleh kenaikan baik dari kinerja konstriksi gedung dan konstruksi bangunan sipil.

Untuk sektor pertambangan juga mengalami pertumbuhan cukup tajam di sepanjang 2021 yakni 60,52%, jika dibandingkan sepanjang 2020 terkontraksi 43,4%.

Kinerja pertambangan ini didorong oleh permintaan global dan meningkatnya harga komoditas tambang, yang mendorong peningkatan PPh Badan melalui pengawasan pembayaran masa.

Kemudian, untuk sektor informasi dan komunikasi tumbuh positif 14,3% di sepanjang 2021, sementara jika dibandingkan sepanjang 2020 terkontraksi 3,6%. Lalu, untuk sektor jasa perusahaan tumbuh positif 9,75% di sepanjang 2021, dibandingkan sepanjang 2020 terkontraksi 15,65.

Adapun untuk sektor transportasi dan pergudangan juga tumbuh positif 9,75%, sementara di sepanjang 2020 mengalami kontraksi 15,6%.

“Pemulihan sektor transportasi dan pergudangan sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat,” imbuh Sri Mulyani.