Pro Kontra Komunitas Tanggapi Usul Pajak 0 Persen Mobil Baru
21 September 2020
CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 14:58 WIB
Jakarta, CNN Indonesia — Pajak mobil baru nol persen seperti diusulkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dinilai hanya akan dinikmati sejumlah masyarakat. Pada masa pandemi virus corona (Covid-19), masyarakat dinilai kemungkinan tidak jor-joran beli mobil meski usulan itu bakal menjadikan harga unit baru lebih murah.
Pendapat itu disampaikan salah satu pengguna mobil yang tergabung dalam komunitas Chevrolet Spin Indonesia, Ian Ananta.
“Tapi di kondisi gini yang beli paling memang punya uang lebih dan garasi lebih,” kata Ian yang juga menjadi penasihat pada komunitas tersebut.
Ian mengatakan kebijakan ini mungkin hanya berdampak pada kalangan tertentu. Sedangkan masyarakat biasa bakal memanfaatkan kendaraan yang sudah ada ketimbang membeli baru pada masa pandemi.
“Rakyat biasa mah tidak ngaruh dengan itu,” ucap dia.
Berbeda dari Ian, Ketua Umum AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) Taufik Hidayatullah meyakini kebijakan tersebut bakal dimanfaatkan bagi anggota komunitas yang hendak memiliki mobil baru.
“Ya di tengah situasi sulit begini, bisa jadi stimulus buat yang mau ganti mobil baru,” kata Taufik.
Namun Taufik berharap usulan pemerintah juga iimbangi program penjualan dari produsen sehingga harga jual mobil baru jadi lebih terjangkau lagi.
“Cuma rasanya kalau dari segi pajak saja kurang stimulusnya, lebih bagus lagi ada program DP rendah dan diskon besar dari APM,” ucap Taufik.
Ian mengatakan kebijakan ini mungkin hanya berdampak pada kalangan tertentu. Sedangkan masyarakat biasa bakal memanfaatkan kendaraan yang sudah ada ketimbang membeli baru pada masa pandemi.
“Rakyat biasa mah tidak ngaruh dengan itu,” ucap dia.
Berbeda dari Ian, Ketua Umum AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) Taufik Hidayatullah meyakini kebijakan tersebut bakal dimanfaatkan bagi anggota komunitas yang hendak memiliki mobil baru.
“Ya di tengah situasi sulit begini, bisa jadi stimulus buat yang mau ganti mobil baru,” kata Taufik.
Namun Taufik berharap usulan pemerintah juga iimbangi program penjualan dari produsen sehingga harga jual mobil baru jadi lebih terjangkau lagi.
“Cuma rasanya kalau dari segi pajak saja kurang stimulusnya, lebih bagus lagi ada program DP rendah dan diskon besar dari APM,” ucap Taufik.