Faisal Basri Desak Jokowi Naikkan Pajak Ekspor Batu Bara

06 October 2021

CNN Indonesia | Rabu, 06/10/2021

Jakarta, CNN Indonesia — Ekonom Senior Faisal Basri menantang Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan tarif¬†pajak ekspor komoditas batu bara setidaknya 20 persen. Menurut dia, ekspor batu bara harusnya dikenakan pajak progresif yang lebih tinggi dari pajak CPO yang mempekerjakan jutaan pekerja dan buruh sawit.
Ia juga menegaskan agar aturan pajak ekspor tersebut tidak boleh diputuskan oleh menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju yang memiliki tambang batu bara atau yang punya konflik kepentingan.

“Rebut hak rakyat dengan mengenakan pajak ekspor setidaknya 20 persen, tapi kalau harga naik terus harus progresif, harus lebih progresif dari sawit. Ingat sawit itu banyak petaninya, batu bara ga ada petaninya, kok takut banget?” bebernya pada siaran Business Talk Kompas TV, Selasa (5/10) malam.

Ia menyebut penambang batu bara harus dikenakan pajak tinggi agar kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Indonesia dapat dinikmati oleh masyarakat luas dan tidak hanya segelintir pengusaha saja.

Faisal menilai pajak ekspor wajar dikenakan mengingat batu bara merupakan energi fossil dan merusak lingkungan, sehingga ia menyebut seharusnya batu bara juga dikenakan pajak lingkungan.

Selain itu, ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang plin-plan dalam mendorong penggunaan bahan bakar terbarukan. Faisal mengatakan memang pemerintah menyatakan akan melakukan transisi ke energi terbarukan, namun sayangnya pada kenyataannya belum ada peta jalan jelas.

Hal ini, kata dia, membuat ujung-ujungnya batu bara jadi ‘penyelamat’ dan pemerintah secara terbuka membuka pasar untuk batu bara di dalam negeri.

“Akal-akalan para oligarki ini lagi, di dunia ini batu bara sudah jadi ancaman, nah pemerintah dengan suka cita membuat pasar batu bara di dalam negeri dengan gasifikasi batu bara,” pungkasnya.